Cara Kerja QUICK COUNT PILKADA Di Indonesia

Written By Lee on Jumat, 13 Juli 2012 | 06.16

Cara Kerja QUICK COUNT PILKADA Di Indonesia - Quick Count merupakan cara untuk verifikasi hasil pemilihan umum, yang datanya diperoleh secara langsung dari sampel di lapangan ketika pilkada selesai dan diadakan penghitungan.

Metode Qick Count sangat tidak sama dengan teknik pooling. Metode Quick Count jauh lebih tajam bila dibandingkan metode poling karena sampel tidak diperoleh dari para responden yang ditanyai satu per satu, melainkan diperoleh dari hasil rekap resmi di lapangan.

Hanya dengan bantuan SMS atau email lembaga-lembaga Quick Count seperti LSI sudah bisa melakukan penghitungan dengan metode Statistik. Yang sangat penting dalam quick count adalah pada pemilihan jumlah dan letak pengambilan sampling yang dinilai akan mampu mewakili seluruh wilayah yang sedang melakukan PEMULUKADA.

Sekedar tambahan, dahulu teknologi ini bukanlah bernama Quick Count, tetapi Paralel Vote Tabulation atau tabulasi suara pemilih secara paralel.

Cara Kerja QUICK COUNT PILKADA Di Indonesia

Nah, sekarang pertanyaannya bagaimana cara memanfaatkan teknologi Quick Count ini untuk diaplikasikan di lapangan? Berikut ini adalah kutipan cara kerja Quick Count yang umum dilakukan oleh para lembaga survei:

1. Sytem

Cara Kerja QUICK COUNT PILKADA Di Indonesia
Mempersiapkan perangkat serta sistem pendukung untuk bisa memberikan data secara cepat ke pusat pengolah data lembaga survei yang melakukan metode Quick Count ini. Perangkat ini mulai dari komputer untuk meng-input-kan data hingga ponsel untuk mengirim SMS hasil pemilu ke server tempat menerima data.

2.TPS
Ini adalah sangat penting. Pemilihan TPS sebagai tempat pengambilan data yang dinilai mewakili seluruh wilaya. Caranya adalah TPS yang dipilih adalah berdasarkan pertimbangan jumlah penduduk, jumlah pemilih terbaru, penyebarannya pemilih seperti tersebar dalam berapa kelurahan, dan sebagainya. Singkatnya, proporsional kalau pemilih banyak lokasi sampel (TPS) yang diambil pun banyak serta mewakili karakteristik populasi.


3.Relawan
Mempersiapkan relawan untuk mengambil sampel dan meng-input-kannya ke sistem data. Jumlah relawan ini cukup banyak untuk mengambil data dari TPS yang telah dipilih.

4.Survei
Data yang telah didapat akan diolah di pusat data dengan menerapan ilmu stasistik, dari olahan data inilah lembaga survei bisa menghitung secara cepat siapa pemenang pemilu.

Karena ini dengan menggunakan data sampling, maka Quick Count  bukanlah hasil perhitungan dari seluruh TPS yang dilakukan dengan cepat melalui mengumpulan data secara cepat dengan SMS, tapi adalah metode penghitungan dengan menggunakan prinsip ilmu statistika.

Oleh karena itu metode Quick Count tidak selamanya selalu benar. Tapi bisa jada terjadi kesalahan dengan rasio kesalahan mungkin cukup kecil sehingga metode ini dianggap sebagai metode perhitungan cepat di seluruh dunia,

Demikianlah ulasan singkat tentang Cara Kerja QUICK COUNT PILKADA Di Indonesia atau juga di negara-negara lainnya di seluruh dunia.